Foto : Humas Sekretariat MRP

Kunjungan Perwakilan Kedutaan Inggris Jadi Ruang Diskusi tentang Masyarakat Adat, Perempuan dan Sumber Daya Alam Papua

JAYAPURA, 9 September 2026 — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua menerima kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia, Sam Perkins, Political Counsellor, Rabu (9/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan dan kondisi terkini di Papua, khususnya menyangkut masyarakat adat, perempuan, sumber daya alam, serta kehidupan sosial dan keagamaan.

Ketua MRP Provinsi Papua, Nerlince Wamuar, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Pemerintah Kerajaan Inggris terhadap berbagai isu yang berkembang di Tanah Papua.

“Banyak hal yang kami perbincangkan. Ini merupakan diskusi mengenai bagaimana situasi yang ada di Papua hari ini. Kami berharap ke depan keadaan Papua dapat terus berubah menjadi lebih baik,” ujar Nerlince.

Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, yakni masyarakat adat, perempuan, dan agama.

Terkait perempuan Papua, Nerlince menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi perempuan dalam berbagai bidang, terutama kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan. Ia berharap perhatian terhadap perempuan Papua dapat terus ditingkatkan sehingga mereka memperoleh ruang yang lebih besar dalam pembangunan.

“Semoga Tuhan berkenan memberikan perhatian lebih kepada perempuan Papua, terutama dalam bidang kesehatan, ekonomi dan pemberdayaan,” katanya.

Sementara terkait masyarakat adat, Nerlince menegaskan bahwa Tanah Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Namun, masyarakat adat sebagai pemilik hak atas tanah harus dilibatkan secara aktif dalam setiap program pembangunan maupun pengelolaan sumber daya alam.

“Kami tidak ingin masyarakat adat hanya menjadi penonton. Tanah ini ada pemiliknya, yaitu masyarakat adat. Karena itu, setiap program yang dilakukan di atas tanah Papua harus melibatkan masyarakat adat,” tegasnya.

Ia mencontohkan berbagai program pemerintah yang sebenarnya bertujuan baik, namun dalam pelaksanaannya masyarakat adat belum selalu dilibatkan sejak awal. Menurutnya, komunikasi dan pelibatan masyarakat adat perlu dilakukan agar tidak muncul persoalan maupun persepsi negatif di tengah masyarakat.

Nerlince juga menyinggung pentingnya memperhatikan keberadaan rumah ibadah dan kehidupan keagamaan di Papua. Menurutnya, berbagai komponen masyarakat perlu dilibatkan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

“Kalau ingin mencapai sesuatu yang baik, dibutuhkan semua orang dan semua komponen untuk berpikir, berbicara dan melakukan bersama-sama,” ujarnya.

Nerlince berharap kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Inggris tersebut dapat semakin memperkuat pemahaman mengenai kondisi masyarakat Papua, terutama mengenai posisi masyarakat adat sebagai pemilik tanah dan pentingnya perempuan serta seluruh elemen masyarakat dilibatkan dalam pembangunan.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Kerajaan Inggris atas kunjungan dan diskusi yang dinilainya positif.

“Terima kasih kepada Kerajaan Inggris yang hari ini datang ke sini. Kami berdiskusi mengenai hal-hal yang positif. Kami percaya apa yang kami perbincangkan ini menjadi bagian dari upaya untuk kebaikan Tanah Papua,” tutup Nerlince Wamuar.


Share :