Foto : Humas Sekretariat MRP

Anggota MRP Serap Aspirasi di Yawerma, Warga Soroti Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi

SUPORI — Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Barnabas Mansoben, memimpin kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat di Balai Kampung Yawerma, Distrik Supiori Timur, Jumat (28/8/2026) pukul 11.00 WIT hingga selesai. Kegiatan ini difokuskan pada perlindungan dan pemenuhan hak Orang Asli Papua di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Isu Utama yang Diangkat

Dalam arahannya, Mansoben menyampaikan tiga isu strategis:
  • Pendidikan: Secara umum sudah berkat program pendidikan gratis Otsus, namun masih banyak siswa SMP/SMA belum lancar membaca dan menulis.
  • Kesehatan: Angka penderita HIV-AIDS meningkat tajam akibat pergaulan bebas, tidak hanya kalangan pemuda tetapi juga orang tua.
  • Ekonomi: Pendapatan masyarakat tidak menentu; efisiensi anggaran memangkas Dana Otsus serta program MBG, KOPDES, dan Kampung Nelayan.
Warga Kampung Yawerma menyampaikan sejumlah keluhan utama:
  • Masih ada siswa yang belum lancar membaca meski sudah lulus tingkat lanjut; kualitas guru dan fasilitas belum memadai.
  • Program MBG diminta dialihkan menjadi bantuan tunai Rp15.000 per siswa langsung ke rekening masing-masing.
  • Belum ada asrama dan bantuan bagi mahasiswa asal Supiori yang kuliah di luar daerah.
  • Pelayanan kesehatan terbatas; bidan dan petugas kurang aktif, belum ada fasilitas khusus ibu hamil.
  • Bantuan sering kali tidak sesuai kebutuhan — petani menerima alat nelayan.
  • Belum ada badan pengawas Dana Otsus di tingkat kabupaten; pelantikan pemimpin adat tertunda.

Rekomendasi dan Tanggapan

Pertemuan menghasilkan sejumlah rekomendasi utama:
 
? Pendidikan: Perkuat kemampuan baca-tulis-hitung sejak keluarga dan sekolah; perbaiki kualifikasi guru dan fasilitas; bangun asrama mahasiswa; pertimbangkan pengalihan MBG jadi bantuan tunai.
 
? Kesehatan: Tempatkan dokter tetap di Supiori; prioritaskan putra daerah jadi tenaga medis; optimalkan peran gereja cegah HIV-AIDS; bangun fasilitas pelayanan ibu hamil.
 
? Ekonomi: Sesuaikan bantuan dengan profesi penerima; arahkan program Kampung Nelayan ke lokasi berpotensi laut.
 
? Lainnya: Bentuk Badan Pengawas dan Pengelola Dana Otsus Kabupaten Supiori; segera lantik pemimpin adat.
Asisten I Pemkab Supiori Viktor Kafiar menyampaikan bahwa program MBG merupakan prioritas nasional, namun usulan warga akan diteruskan ke pihak berwenang. Rumah Sakit Supiori akan direnovasi mulai September 2026. Pemkab juga terus memperluas peluang kerja bagi putra-putri daerah.
Mansoben menambahkan bahwa pemangkasan anggaran berdampak pada Otsus, namun diperkirakan kondisi akan membaik pada 2027.
Pertemuan ditutup pukul 15.00 WIT dengan harapan seluruh masukan segera ditindaklanjuti demi kesejahteraan masyarakat Supiori.

Share :