Categories BeritaPokja Perempuan MRP

Fibiola Iriani Ohei Anggota MRP Pokja Perempuan Jaring Aspirasi Masyarakat di Kabupaten Jayapura

SENTANI, MRP – Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Perempuan menampung kebutuhan dan kendala usaha Mama-Mama Papua di Kabupaten Jayapura dalam program jaring aspirasi masyarakat.

Demikian disampaikan Anggota MRP Pokja Perempuan Fibiola Iriani Ohei dalam kunjungan bersama Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Papua Faturachman dan Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo rumah produksi sagu Kelompok Maju Bersama, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (2/5/2024).

Fibiola mengatakan dalam program itu telah bertemu dengan pengusaha tepung sagu, pengrajin briket, dan pedagang pasar.

“Ini hari terakhir untuk di rumah sagu, kemarin kami di briket, pasar, berberapa memang dikunjungi untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sehingga di harapkan ada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengaku telah mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat, karena itu menurutnya, masyarakat harus bekerja serius dan berkelanjutan.

Ia mencontohkan di Kelompok Maju Bersama pihaknya telah melakukan pendampingan selama lima tahun sehingga menghasilkan brand tepung sagu merek Tepung Gunung Cyclops.

“Masyarakat harus siap capek dan melihat perkembangan yang ada. Situasi pasar ini hasilnya sudah mendorong dan sudah jalan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Faturachman menyimpulkan sagu memiliki posisi startegis dari sisi pasar dan peluang bisnis karena sagu adalah komoditas asli Papua.

Pemberdayaan masyarakat Papua scara inkusifitas Bank Indonesia akan mendalami usaha budi daya sagu yang nantinya akan dinilai dari peningkatan kapasitas produksi dan sisi promosinya.

Kata dia, bantuan dari BI untuk pengusaha di Kabupaten Jayapura, diantaranya pada sektor holtikultura yakni sarana.

“Jadi ini upaya untuk mendukung inflasi dan ekspor, dan kelembagaan. Petani yang berupaya punya kelembagaan yang kuat kami (beri) dukungan alat,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengatakan olahan sagu yang dikelola oleh kelompok skala kecil dapat memberikan hasil yang baik. Ia menilai prospek kedepan terhadap olahan sagu masih sedang diupayakan.

“Dalam beberapa pertemuan kita dengan pihak luar ini (sagu) bagus tetapi memang kita yang belum produksi massal, dan kita belum siap, ini bagian dari upaya itu kami sangat berikan apresiasi,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *