Majelis Rakyat Papua

Pansus  Afirmasi MRP: SMK NEGERI 5 Penerbangan Sentani Butuh Perhatian Pemerintah Provinsi Papua

Tim Pansus Afirmasi MRP saat melihat hanggar pesawat milik SMK 5 Penerbangan Sentani, kabupaten Jayapura, Papua. – Humas MRP

JAYAPURA, MRP – Melalui kunjungan tim Pansus Afirmasi MRP di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Penerbangan Waibu Sentani banyak menemukan kendala yang di hadapi pihak sekolah maupun siswa dalam mendukung proses belajar mengajar mereka.

Edison Tanati, ketua Pansus Afrimasi MRP mengatakan kungjungan mereka ingin melihat secara langsung proses belajar mengajar dari SMK Negeri 5 Penerbangan di kabupaten Jayapura
menindaklanjuti hasil pertemuan dengan pansus Afirmasi MRP dengan kepala sekolah SMK Penerbangan pada Minggu kemarin.

“Setelah kami melihat sangat luar biasa, anak-anak kami yang sekolah di SMK ini dari berbagai daerah di lima wilayah adat di provinsi Papua, dan di tempat ini kami melihat langsung fasilitas yang ada, namun belum sepenuhnya memadai seperti yang diharapkan,” kata Tanati.

MRP juga menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah dan jajarannya yang telah berusaha semaksimal mungkin dengan fasilitas yang ada saat ini dan telah mendidik anak-anak kami sehingga anak-anak kami juga tidak kalah bersaing dan berprestasi di luar setelah mereka tamat dari SMK Negeri 5 Penerbangan.

“Untuk tindak lanjuti kenjugan kami, besok Pansus Afirmasi akan bertemu dengan kepala BPSDM Provinsi Papua, kepala BKD provinsi Papua, dan kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah provinsi Papua untuk membicarakan persoalan yang di hadapi sekolah ini dan pada intinya sekolah ini harus ditunjang dengan fasilitas yang lain seperti asrama, hangar pesawat, simulator pesawat dan laboratorium khusus untuk mereka punya fasilitas simulasi penerbangan,” kata Tanati.

SMK Negeri 5 Penerbangan adalah sekolah dengan ilmu pasti sehingga sekolah ini juga harus dilengkapi dengan faslitas yang memadai pula, dan pola pembinaan yang baik kepada para siswa sehingga mereka bisa menerima pendidikan dari guru dengan baik. Dan kedepan mereka ini harapan Papua.

Orpa Anari, wakil ketua Pansus Afirmasi MRP menambahkan banyak anggaran di salurkan melalui Otsus namun pelaksanaan di lapangan nihil, terutama kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan
ekonomi kerakyatan karena tidak ada pengawasan yang serius oleh pemerintah.

“Di pendidikan banyak dana yang diturunkan namun sekolah dengan ilmu pasti seperti penerbangan ini minim sekali fasilitas penunjang belajar di sekolah, sehingga persoalan ini
menjadi masukan untuk MRP secara mekanisme dan kelembagaan akan melaporkan kepada pemerintah provinsi Papua untuk lebih perketak dalam pengunaan dan pengangaran dalam setiap bidang yaitukesehatan, pendidikan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Sekolah SMK negeri 5 Penerbangan ini harus jadi perhatian pemerintah supaya kita tidak mengirim siswa-siswi ke luar negeri maupun luar Papua namun meningkatkan yang sudah ada di Papua dengan melengkapi fasilitas yang kurang di setiap sekolah agar semua yang berkaitan dengan pendidikan ilmu pasti itu semua bisa di akses di Papua.

Budi Riyanto, kepala sekolah SMK Negeri 5 Penerbangan Sentani berharap menjadi perhatian lebih oleh lembaga MRP dengan keberadaan sekolah penerbangan di Jayapura ini, karena banyak kendala yang di hadapi oleh pihak sekolah maupun siswa.

“Banyak kendala di kami terutama peralatan yang masih sangat kurang, ditambah lagi dengan transportasi yang menjadi kendala buat anak-anak kami sehingga kami mengusulkan untuk berpola asrama sehingga anak-anak bisa fokus belajar di sekolah ini,” katanya.

Dan Sekolah berharap juga MRP untuk menyampaikan ke pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap SMK Negeri 5 Penerbangan karena yang ada di sekolah Penerbangan sampai saat ini 60 persen siswa orang asli Papua dan 40 persen siswa non Papua. (*)

 

Sumber: Suara Papua

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *