Majelis Rakyat Papua

MRP: Orang asli Papua harus waspadai Covid-19

Majelis Rakyat Papua (MRP) turut hadir mengikuti rapat koordinasi forkompimda dan stakeholder serta video confrens bersama bupati / walikota se Papua dengan agenda pencegahan dan penanganan infeksi corona virus disease 2019 (covid-19) Provinsi Papua. – Humas MRP

JAYAPURA, MRP – Ketua Majelis Rakyat Papua atau MRP, Timotius Murib mengingatkan lagi kepada orang asli Papua untuk tidak mengembangkan opini atau persepsi bahwa orang asli Papua kebal virus korona. Hal itu dinyatakan Murib di Kota Jayapura usai mengikuti rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Papua terkait perkembangan pandemi Covid-19, Senin (3/8/2020).

Murib mengingatkan orang asli Papua memiliki risiko tertular virus korona yang sama dengan orang non Papua. “Virus ini tidak mengenal siapa ini orang asli Papua, atau non Papua. Semua orang punya potensi kena virus ini,” kata Murib.

Murib membenarkan bahwa mayoritas pasien Covid-19 di Papua bukan orang asli Papua. Akan tetapi, tidak ada bukti bahwa orang asli Papua kebal virus korona.

Ia menegaskan, setiap orang asli Papua punya risiko tertular virus korona jika tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Karena itu, kami harap orang asli Papua  tertib melalukan anjuran pemerintah. Mereka wajib melakukan protokol kesehatan,” kata Murib.

Murib menyatakan orang asli Papua juga harus mematuhi anjuran pemerintah untuk jaga jarak, menghindari acara kumpul-kumpul, cuci tangan dengan sabun dan air mengelar jika selesai beraktivitas, serta selalu menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, anjuran itu bagian dari upaya melindunggi orang asli Papua dari ancaman virus korona.

“Anjuran pemerintah itu dalam rangka melindungi orang asli Papua. Sekarang orang asli Papua mau melindunggi diri ka tidak?” tanya Murib.

Tim Satuan Tugas Pengendalian Covid-19 Papua pada Minggu (2/8/2020) mengonfirmasi terdapat 30 pasien terbaru infeksi korona, sehingga jumlah kasus Covid-19 bertambah menjadi 3.070 kasus. Dari 30 kasus baru itu, 13 kasus ditemukan di Kabupaten Mimika, sembilan kasus ditemukan di Lanny Jaya, dan delapan kasus ditemukan di Kota Jayapura.

“Satuan Tugas Covid-19 Papua memberi perhatian khusus terhadap Lanny Jaya. Ada tambahan 15 pasien baru dalam dua hari terakhir,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Covid-19 Papua Silwanus Soemoele pada Minggu.

Menurutnya, ada lima daerah yang menjadi episentrum atau pusat penyebaran virus korona dalam sebulan terakhir di Papua. Daerah tersebut ialah Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom, Mimika, serta Biak Numfor. Di antara lima daerah tersebut, Kota Jayapura memiliki rate of transmission atau angka penularan tertinggi, yakni 1,8-1,9.

“Kita harus harus keroyok dia (penanggulangan virus korona di Kota Jayapura). Kami yakin kolaborasi intensif selama ini didukung oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Soemoele.(*)

 

Sumber: Jubi.co.id

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print