Categories Berita

Tes pertama sebelum kunker, pimpinan dan anggota MRP bebas virus corona

Suasana pengambilan sampel darah semua anggota Majelis Rakyat Papua untuk menjalani Rapid Diagnose Test [RDT] di kantor MRP, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Kamis [24/4/2020] – Dok MRP untuk Jubi

JAYAPURA, MRP – Pimpinan dan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dinyatakan bebas virus corona setelah menjalani tes: Rapid Diagnose Test [RDT] pada Kamis [24/4/2020]. Tes diikuti oleh 50 anggota MRP beserta 20 staf sekretariat yang dilakukan di kantor lembaga kultur orang asli Papua, di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua.

Ketua MRP, Timotius Murib, menjelaskan tes RDT akan dilakukan sebanyak dua kali. Tes itu harus dilakukan sebagai prasyarat sebelum wakil-wakil OAP dari adat, agama, dan perempuan itu melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan yang tersebar di lima wilayah adat, yakni Mamta, Saireri, Lapago, Meepago, dan Animha. Ia ingin memastikan, dirinya serta seluruh anggotanya sehat dan terbebas dari virus corono.

“Akhirnya, puji Tuhan, [pada tes yang pertama ini] 50 anggota dan 20 staf sekretariat yang tadi tes darah, semuanya dinyatakan negatif. Bebas dari virus corona,” kata Timotius Murib kepada Jubi, melalui pesan suara, Kamis (24/4/2020).

Suasana pengambilan sampel darah semua anggota Majelis Rakyat Papua untuk menjalani Rapid Diagnose Test [RDT] di kantor MRP, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Kamis [24/4/2020] – Dok MRP untuk Jubi 

Hingga hari ini, Pemerintah Provinsi Papua masih menerapkan pembatasan sosial [social distancing] dan pembatasan fisik [physical distancing]. Kini, untuk ketiga kalinya, pembatasan tersebut diperpanjang hingga 6 Mei 2020. MRP sendiri berencana akan melakukan kunjungan kerja usai tanggal yang ditetapkan pemerintah, namun dengan melakukan pemeriksaan yang kedua kalinya terlebih dulu.

“Setelah 14 hari [ke depan] lockdown, tanggal 6 atau 7 Mei 2020, kami akan mengundang kembali tim kesehatan untuk mengecek darah pimpinan dan anggota MRP beserta staf sekretariat,” ucap Murib.

Murib menjelaskan tes tersebut dilakukan oleh sebuah tim medis dari Laboratorium Kesehatan Daerah [LABKESDA] Papua yang diinstruksikan Satgas Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Papua.

Ketua MRP ini juga menuturkan sejak pandemi virus corona mewabah hingga ke Tanah Papua, dirinya bersama seluruh anggota merasa sangat bertanggung jawab untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat khususnya orang asli Papua. Pasalnya, terdapat imbauan pemerintah yang bertolak belakang dalam pratik budaya masyarakat adat, seperti larangan untuk tidak berjabat tangan dan menerapkan pembatasan fisik.

“Padahal, masyarakat kita ini hidup bersosial, berkumpul. Kalau salam harus pegang tangan bahkan sampai berpelukan. Ini memang berat tapi harus diberitahukan demi kesehatan,” ujarnya.

Suasana pengambilan sampel darah semua anggota Majelis Rakyat Papua untuk menjalani Rapid Diagnose Test [RDT] di kantor MRP, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Kamis [24/4/2020] – Dok MRP untuk Jubi 

Oleh karenaya, jelas Murib, setelah ada hasil pemeriksaan yang kedua kalinya nanti, dan apabila memberikan hasil serupa tes pertama [negative Covid-19], pihaknya akan melakukan sosialisasi, mulai dari penyampaian informasi yang benar terkait penyebaran hingga pencegahan penularan virus yang belum ada obatnya ini.

“Sosialisasi terutama kepada masyarakat orang asli Papua supaya jangan menganggap virus corona ini hal yang biasa-biasa. Oleh karenanya, MRP sebagai lembaga kultural punya kewajiban untuk menyampaikan informasi, menyadarkan masyarakat, terutama orang asli Papua.”

Dijelaskan Murib, terkait waktu kunjungan kerja belum diputuskan. Namun hal tersebut bergantung pada kesiapan sejumlah item kebutuhan yang akan disalurkan kepada konstituen.

“Rencana keberangkatan kami tergantung kapan seluruh kebutuhan atau kepentingan kegiatan kunker terealisasi,” jelasnya. [*]

 

Sumber: Jubi.co.id