Majelis Rakyat Papua

MRP minta Pemda di Papua bagikan masker untuk cegah penularan lokal virus korona

Foto ilustrasi, masker pelindung. – pixabay.com

JAYAPURA, MRP – Anggota Majelis Rakyat Papua atau MRP, Nikolaus Degey mengatakan pencegahan penularan virus korona di Papua tidak cukup dilakukan dengan penutupan akses angkutan penumpang menuju Papua. Degey meminta Pemerintah Provinsi Papua maupun pemerintah kabupaten/kota di Papua membagikan masker, demi menurunkan risiko penularan lokal yang telah terjadi di Papua.

Nikolaus Degey mengkhawatirkan penularan lokal virus korona di Papua telah terjadi, ditularkan oleh orang yang tidak sadar telah terinfeksi korona, dan menularkannya lagi kepada orang lain. “[Pemerintah daerah di Papua harus] perhatikan juga penyebaran [atau penularan] virus [secara] lokal di Papua,” kata Degey kepada jurnalis Jubi di Jayapura pada Senin (13/4/2020).

Ia menyatakan risiko terjadinya penularan lokal di Papua tinggi, membuat bisa terjadi lebih banyak kasus orang terpapar virus korona. Tingginya risiko penularan itu disebabkan masih banyaknya masyarakat yang masih berlalu-lalang, masih kumpul-kumpul, dan keluar-masuk toko tanpa menggunakan alat pelindungi diri seperti masker.

Degey menilai situasi itu sangat mengkhawatirkan. “Untuk itu, saya minta, selain membagikan sembako, Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah kabupaten/kota di Papua juga membagikan masker dan sabun gratis kepada seluruh rakyat Papua,” kata Degey.

Degey menyatkaan pembagian masker dan sabun sangat penting untuk memutus rantai penularan lokal virus korona di Papua. Tanpa adanya pembagian masker dan sabun, Degey tidak yakin masyarakat akan disiplin menjaga jarak antarorang, atau mencuci tangan usai melakukan perjalanan keluar rumah.

“Kalau itu yang terjadi, percuma pemerintah menutup akses penumpang ke Papua. Karena sama saja, rakyat Papua akan terkapar dengan virus,” kata Degey dengan serius.

Salah satu warga Abepura, Kota Jayapura, Wenelok Wantik mengatakan warga secara serius berusaha mengikuti anjuran pemerintah tentang pembatasan sosial. Akan tetapi, masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti anjuran yang lebih rinci, misalnya memakai masker saat keluar rumah. Hal itu terjadi karena masyarakat kesulitan untuk mencari masker di pasaran.

Wantik mendukung apabila pemerintah bisa membantu masyarakat dengan membagikan masker. “Kita dengar semua anjuran, cuci tangan, pakai masker. Akan tetapi, masker yang aman tidak tersedia di apotek. [Kalaupun kami] mau beli di jalan pun menjadi sulit,” keluh Wantik.(*)

Sumber: Jubi.co.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print